Menonton acara beauty pageant atau kontes kecantikan adalah suatu hal yang sudah tidak asing lagi didengar oleh banyak kalangan khususnya remaja saat ini. Menonton acara seperti Pemilihan Puteri Indonesia, Pemilihan Miss Indonesia, L-Men of The Year, Miss Universe, Miss World, dsb merupakan bukan tontonan yang dibatasi lagi untuk ditonton oleh banyak masyarakat khususnya remaja apalagi usia SMP & SMA yang bisa dikata masih ABG(Anak Baru Gede).

Tontonan Beauty Pageant seperti Miss Universe banyak sekarang digemari remaja di Indonesia

Jangan dikata acara beauty pageant hanya ditonton oleh remaja kaum hawa saja, remaja kaum adam pun juga banyak yang tertarik menonton hal serupa. Sehingga banyak kekhawatiran masyarakat tentang keadaan itu.

Sebenarnya menonton acara beauty pageant baik cowok atau cewek itu tidak masalah asal tidak berlebihan. Menonton beauty pageant ditakuti banyak orang tua karena takut mengganggu psikis anak-anak mereka. Bagaimana tidak kefanatikan seorang anak menonton atau bahkan menggemari beauty pageant otomatis menarik minat mereka untuk menirukan apa yang mereka tonton atau mengidolakan apa yang mereka tonton.

Banyak masyarakat yang masih berpandangan bahwa kalau menonton beauty pageant adalah suatu hal yang aneh dan dianggap tidak wajar. Mereka banyak berpendapat bahwa orang menonton beauty pageant, jika cewek dianggap terlalu centil tapi kalau cowok selalu dianggap feminim. Padahal tidak semua seperti itu. Memang ada kemungkinan bahwa menonton beauty pageant bisa berdampak seperti itu, namun itu dapat dihindari dengan tips-tips berikut,

  • Jangan terlalu sering mengakses konten-konten yang berhubungan dengan beauty pageant, atau bisa dikata anda dapat menguranginya. Misalnya jika biasanya setiap hari anda mampu mengakses konten-konten tersebut hingga 10 jam, maka anda bisa menguranginya hingga 5 jam per hari. Selain efektif untuk mengisi waktu dengan kegiatan lain seperti belajar,dsb anda juga dapat menyehatkan mata.
  • Ketika mengakses atau menonton usahakan orang tua dapat mendampingi putra-putrinya. Disini orang tua dapat berperan aktif dalam memberi pengertian kepada anaknya. Jika anak suka maka Jangan sekali-kali melarang tapi beri mereka arahan agar tetap melakukannya dengan wajar karena dengan orang tua melarang maka anak bukan berhenti malah semakin ingin tahu dengan apa yang diinginkannya
  • Selalu berusaha berpikir positif ketika melihat sesuatu tentang beauty pageant, misal jika cewek menonton acara beauty pageant maka ambil manfaat bagaimana seorang cewek mewakili daerah atau negaranya di ajang beauty pageant selain itu contoh pula dari kemampuan berkomunikasi mereka yang baik. Jika cewek menonton acara male pageant, jangan berpikir bahwa itu selalu sosok pria idaman anda, boleh memang namun arahkan itu diambil manfaat yang lain seperti memotivasi teman anda cowok agar lebih baik. Sedang jika cowok menonton beauty pageant maka ambilah sisi positif dari kemampuan mereka yang ada di panggung beauty pageant, namun jika menonton male pageant maka gunakan itu sebagai motivasi untuk hidup lebih baik.

So sebenarnya jika remaja menonton beauty pageant itu tidak ada salahnya namun tetap pada batasan yang baik dan wajar. Dukungan dan bimbingan harus tetap diberikan orang-orang disekitarnya agar remaja yang suka menonton pageant tidak semakin salah mengartikan menonton atau menggemari beauty pageant.