Gresik(17/11) – Setelah diumumkan Nyai Dasimah dari Sudan sebagai pemenang Beauty With a Purpose TAW Best Visitor of Universe 2010. Sebelumnya telah dipilih 5 kontestan lain yang menjadi runner-up yaitu USA(Aldy Salama) sebagai runner-up 1, Venezuela(Fairuz Sergio Fernandez) sebagai runner-up 2, Indonesia(Aldo Ridwan) sebagai runner-up 3, Dominican Republic(Rofi Al-Buchori) sebagai runner-up 4 dan Slovenia(Neo Restu) sebagai runner-up 5.

Berikut ringkasan singkat mengenai project yang mereka angkat :

WINNER

SUDAN – NYAI DASIMAH

Judul : “SAVE DARFUR”

Wanita di Sudan

sejak 2003 terjadi pemberontakan di kota Darfur. Lebih dari 200.000 orang terbunuh. Desa2 dibakar dan yang lebih mengenaskan banyak wanita dan anak perempuan yang diperkosa oleh para pemberontak maupun pasukan militer Sudan sendiri sampai saat ini Darfur merupakan daerah konflik yang menjadi perhatian dunia.
Nyai, yang mempunyai cita-cita menjadi guru TK.ingin sekali membantu wanita-wanita dan anak-anak Darfur dengan:
1.memberikan skill atau bakat nyai mendongeng & bernyanyi agar mereka dapat terhibur dan bernyanyi & tertawa bersama agar dapat semangat baru.
2.mengadopsi salah 1 anak & merawatnya dengan sebaik-baiknya,memang hal kecil, tapi dari 1 orang yang peduli berharap akan banyak orang-orang diluar sana yang tergerak untuk dapat mengadopsi mereka & dapat menyelamatkan mereka

1st RUNNER-UP

USA – ALDY SALAMA

Judul : “Pelelangan baju bergambar dan bertanda tangan artis terkenal dengan harga tinggi dan hiburan untuk anak-anak di rumah sakit anak dan panti asuhan di seluruh South Carolina”

Melelang sejumlah baju yang bergambar dan bertandatangan sejumlah orang terkenal di Amerika dan dilelang dengan harga tinggi dan hasil lelangnya disumbangkan di rumah sakit anak dan panti asuhan di seluruh South Carolina. Tak lupa saya juga menghibur anak-nak yang di sejumlah rumah sakit dan juga anak-anak di panti asuhan dengan mengadakan acara musik bertema rekseasi dan juga mengadakan lomba origami atau melipat kertas. Mereka terhibur dengan acara itu dan saya juga ikut terhibur melihat mereka melupakan sejenak penderitaan mereka🙂

2nd RUNNER-UP

VENEZUELA – FAIRUZ SERGIO FERNANDEZ

Judul :”KEMISKINAN DAN ANAK-ANAK YANG PUTUS SEKOLAH DI VENEZUELA AKIBAT INFLASI”

Anak-anak sekolah di Venezuela

masalah kemiskinan di venezuela telah ada sejak lama, masalah kemiskinan terutama disebabkan oleh inflasi di venezuela. banyak masyarakat venezuela yang merintih pilu akibat masalah ini. mereka kehilangan pendapatan, menjadi pengangguran dalam waktu yang lama dan khususnya anak-anak venezuela yang putus sekolah akibat masalah sosial ini. saya merasa hancur ketika saat mendengar bahwa anak- anak miskin venezuela tidak memiliki kemampuan menulis,membaca dan berbicara dengan baik. mereka tidak mendapatkan pendidikan yang baik.mereka hanya memiliki rasa senang dai balik keterpurukannya. banyak anak-anak venezuela akan menjadi penerus bangsa tapi tidak sesuai dengan kenyataannya saat ini. mereka memiliki semangat untuk belajar, tekad kuat dan kemauan sangat tinggi, namun kondisi infrastruktur dan pembangunan ekonomi di Venezuela tidak didukung karena inflasi. anak-anak di venezuela sangat merindukan kenyamanan, mereka membutuhkan bantuan yang paling terutama dalam hal pendidikan. keadaan orang tua mereka yang sangat miskin membuat kenaikan biaya hidup mereka, sebagian besar dari orangtua mereka adalah pengangguran dan ini sangat mempengaruhi keadaan emosional orang tua menjadi tidak stabil. begitu banyak orangtua di venezuela membunuh atau membuang anak-anak mereka hanya untuk meringankan beban ekonomi akibat inflasi.

resolusi: sekolah massa

sebagai tokoh publik di venezuela negara saya, saya akan mengoptimalkan diri saya untuk dapat melompat langsung ke dalam masalah ini. sebagai masalah yang paling terlihat adalah masalah pendidikan, maka saya akan bertindak sebagai pihak yang menedikasikan diri untuk bisa mengajarkan segala hal kepada anak-anak miskin di venezuela.tentunya dalam melaksanakan program ini saya membutuhkan kerjasama dari masyarakat di Venezuela atau bahkan masyarakat di dunia untuk membantu anak-anak miskin di venezuela .. lebih dari itu pemerintah negara saya venezuela telah merencanakan program sekolah massal untuk anak-anak yang putus sekolah .. dan ini adalah fasilitas yang baik dan prasarana untuk melaksanakan program pemberantasan keterpurukan anak-anak di Venezuela, mereka adalah generasi yang harus diperhatikan terutama dalam hal pendidikan.

3rd RUNNER-UP

INDONESIA – ALDO RIDWAN

Judul : “Memecahkan masalah dengan melangkah bersama Pemerintah”

INDONESIA
menjadi negara dgn penduduk terbnyk ke4 didunia , indonesia tak luput dari berbagai masalah, mungkin bisa dikatakan negara kami selalu dan selalu tertimpa masalah , mulai dari masalah terbesar kami, yaitu korupsi, penyakit menular seperti hiv Aids , busung lapar , seks bebas , perdagangan manusia hingga bencana akan dll.
Namun satu dari sekian banyak masalah yg ada , ada satu masalah yg sulit sekali diberantas , yaitu busung lapar , ini sering terjadi pada anak anak didaerah sekitar nusa tenggara ,
tahukah anda kenapa ini bisa terjadi ?
Ini merupakan cabang dari masalah kemiskinan , kelaparan , kemelaratan.
mereka tidak memperhatikan gizi , asupan yg baik , dan ASI , terhadap anak dan bayi , kurangnya perekonomian untk mendapat hal tsb sepertinya sulit sekali untuk didapat .
berbahagialah anda sekalian karena mempunyai kehidupan yg lebih dari cukup , tapi pernahkah anda memikirkan keadaan mereka diluar sana yg sangat membutuhkan bantuan anda ?
Ini saatnya , kita semua besama pemerintah . Melangkah untk sedikit membantu beban mereka , bukan hanya dgn materi , bisa dgn kemampuan , dan doa .
Untk generasi indonesia yg lebih baik .

4th RUNNER-UP

DOMINICAN REPUBLIC – ROFI AL-BUCHORI

Judul : “Penggunaan AC, Antara: Bahagia, Dilema, Bahaya, dan Petaka”

Air Conditioner (yang dikenal dengan singkatan AC) sebagai penyejuk udara kini bukan hal yang aneh jika ditemukan. Baik di kota besar, kota kecil, hingga ke desa-desa.

Cuaca dan suhu yang terlampau ekstrim, akibat efek global-warming atau pemanasan global, menyebabkan penggunaan AC sulit ditolak. Dengan harga yang terjangkau dan konsumsi daya listrik yang semakin rendah, hampir tidak ada alasan untuk ditolak.

Di beberapa sumber, ada yang menganggap suhu sangat mempengaruhi emosional manusia. Di saat panas, manusia cenderung mudah emosi dan gampang marah. Sedangkan di saat yang sejuk atau dingin, hati dan pikiran kita cenderung jernih dan damai. Mungkin memang benar! Dan hal inilah yang juga menjadi faktor penggunaan AC, bahkan di ruangan Anda. Dan saat menggunakan AC, Anda cenderung bahagia serta menikmatinya, bukan?

Namun tunggu sebentar!
Dari berbagai kelebihan AC, ada sebuah dilema yang sangat besar. AC, sebagai sebuah pendingin di dalam ruangan, ternyata masih menyumbangkan CFC yang cukup besar bagi Bumi kita. Sejauh ini, informasi yang saya dapatkan, belum ada satupun AC yang non-CFC. Jika kulkas (refrigerator), mungkin sudah banyak tersedia di pasaran.

So, ada sebuah masalah kompleks di sini. Dan masalah ini bagai rantai yang tidak terputuskan. Mengapa?

Bayangkan saja, di saat suhu Bumi semakin meningkat setiap tahun akibat global-warming dan kerusakan lapisan ozon oleh gas CFC, di sisi lain penggunaan AC juga semakin meningkat setiap tahunnya. Dan seperti yang diuraikan di atas, AC masih menghasilkan CFC. Yang tentunya semakin banyak penggunaan AC, akan semakin memperparah kerusakan lapisan ozon.

Setelah itu, di saat lapisan ozon semakin parah, suhu Bumi akan semakin panas lagi. Dan penggunaan AC di kala itu, tentu lebih banyak lagi. CFC pun tambah banyak (lagi). Sehingga efeknya akan domino, di mana Bumi akan benar-benar hancur jika demikian.
Oleh karena itu, bagaimana yang harus dilakukan?

Sebagai TeNexGen’ers yang sebagian masih pelajar, mahasiswa, dan sejenisnya. Mungkin kita tidak bisa berbuat banyak. Namun, berbuat secara sederhana pun sudah besar makna dan pengaruhnya bagi kehidupan masa depan. Inilah di antaranya:

1. Gunakan AC seperlunya saja!
Jangan membiarkan AC menyala di saat dingin, di saat tidak ada orang, atau di saat di mana tersedia alternatif pendingin ruangan lainnya. Misalkan kipas angin.

2. Gunakan AC berfitur hemat daya, bahkan non-CFC!
Bukan bermaksud untuk promosi, namun ada beberapa produsen AC yang sudah memiliki fitur hemat daya listrik. Misalkan inverter untuk menurunkan penggunaan listrik di saat suhu sudah dingin, ataupun penurunan suhu otomatis di saat ruangan sedang tidak ada aktivitas manusia.

3. Gunakan AC Portable yang lebih hemat daya dan bebas freon
Meskipun tidak dapat mendinginkan ruangan sepertinya halnya AC split di dinding, penggunaan AC portable biasanya cukup biasa diandalkan untuk sekadar menyejukkan ruangan. Selain harga yang terjangkau, konsumsi listrik rendah, dan bisa dipindah-pindahkan, beberapa AC portable juga dapat digunakan tanpa freon sehingga menghindari bahaya CFC.

Dan ayo semuanya, jaga lingkungan untuk masa depan kita. Keep GoGreen!

5th RUNNER-UP

SLOVENIA-NEO RESTU

Judul : “Most other disease social in Slovenia”

This is the case that ever done in Slovenia:
As problems in general in other states, Slovenia is facing a big problem with drugs, but unlike with most other diseases of social, community Slovenia is always try to taking an active role and fight it.

With a total population of around 2 million, the fact that even about 6000 people are being treated for drug-related problems in Slovenia represents a large problem. Trends show that figure to be rising, especially among young people. And apart from those with addictions, the number of those who experiment with drugs is also rising. In the coastal city of Koper the average age of drug users was 27 just five years ago. Today it is 21. The drugs themselves are changing as well. In the past, the most common in Slovenia was heroin. Today, there is much more variety, and cocaine and ecstasy have become widespread.

Just in the medium-sized city of Krško, over the course of the past three years approximately seven kilograms of heroin have been confiscated, 15 kg of marijuana, 1000 tablets of ecstasy and 30 Indian hemp plants. More than 50 people have been arrested on charges of suspicion of selling drugs. The situation in larger cities like Ljubljana, Maribor, Koper and Celje is far worse.

Before 1989, Slovenia had little experience in dealing with the problems associated with illegal substances. To be sure, drugs were there, but nothing was being done to prevent their usage or to help those already affected. Since that time, however, drugs have entered public discussion in a way few social problems have in this country. The media pays a great deal of attention to the problem of drugs, and more and more projects, meetings, publications and governmental and non-governmental bodies are concerning themselves with illegal substances and the issues and problems surrounding them.

The daily newspaper Večer ever published comments by Dr Vito Flaker of the Ljubljana School for Social Work in which he strongly supported legalizing drugs. He said that the government’s current policies are unrealistic and that the goal of a society completely free of drugs is not possible. He supported his argument with the example of America’s failed experiment with Prohibition in the 1920s. To Flaker, stigmatizing and criminalizing a great number of predominately young people only makes the problem of drug use worse. But is legalizing drug use really the answer?

And my opinion or solution:
This country should be more founded the Center for Drug Addiction Prevention and Treatment of a major presence in the field of helping people addicted to drugs. The location of the most crowded with drug users is Koper, Ljubljana, Maribor and Celje. Therefore, the Centre should be run methadone treatment programs for heroin addicts. Indeed in most cases, successful recovery is only a matter of time.

In addition, in order to increase awareness about drugs and the problems associated with drug use, the Center could start by publishing a magazine published in Slovenia-English bilingual format to make it more accessible to foreigners who want to familiarize themselves with the work done in Slovenia and of course the contents are to combat drug abuse.

And third, the Centre can also open a clinic in places where no other presence, like Koroška, Bela Krajina, Izola and Ptuj. It also wants to work on improving the cooperation with schools and enhance its capacity to deal with groups in a position especially precarious, for example, women (and especially pregnant women), children and those in prison.

But the main thing most of all, the government should participate and support this program, primarily by providing funds for its realization.
Thank you

Itulah tadi beberapa isu yang diangkat oleh 6 finalis Beauty With a Purpose TAW Best Visitor of Universe 2010. Semoga apa yang mereka gambarkan pada ide mereka tadi dapat tercapai disuatu saat nanti. Amin