Andreas Kim dari Lampung 3 Menjadi wakil Sumatra pertama yang mendapat gelar D'Aser World Ambassador of Universe(DAWAU) di TAWInaVC

Gresik(27/9) – Akhirnya setelah melewati berbagai penilaian final TAWInaVC September 2010 diselenggarakan oleh Fan Page TAW pada 27 September 2010 kemarin. Pada bulan ini TAWInaVC menciptakan berbagai prestasi dalam kompetisi. Dimana bulan ini 36 kontestan dari 22 provinsi mengikuti ajang yang sekarang mulai diburu facebookers di FP TAW ini. Beberapa provinsi tampak debut pertama kali seperti Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Lampung, Sulawesi Barat dan Sumatera Utara. Namun ada beberapa provinsi yang tidak diwakili kembali seperti Kalimantan Timur dan NTB. Selain itu ada yang unik di TAWInaVC bulan ini dimana setiap provinsi boleh diwakili lebih dari satu wakil. Akhirnya beberapa provinsi diwakili oleh banyak kandidat seperti DKI Jakarta(2 wakil), Jawa Barat(5 wakil), Jawa Tengah(2 wakil), Kalimantan Barat(3 wakil) dan Lampung(3 wakil).

Akhirnya setelah melewati seleksi 36 ke Top 12, kemudian Top 12 ke Top 6. Akhirnya Andreas Kim dari Lampung 3 menjadi pemenang TAWInaVC September 2010. Cowok yang bernama asli Hendry Andreas Fredrick Grisham Tambunan ini dari pertama sudah menampakkan keunggulannya daripada teman-teman kontestan lain. Dia menjadi kontestan paling bersemangat dibanding yang lain. Padahal dia merupakan kontestan terakhir yang mendaftar TAWInaVC September 2010 dan dia pertama merasa minder mengikuti TAWInaVC tapi dengan tekad dan keyakinannya dia akhirnya dinobatkan menjadi DAWAU September 2010 mengalahkan 35 kontestan lain termasuk DAWAU August 2010 Rofi Al-Buchori dan juga DAWAU June n July 2010 Rahaf Abdallah Wirayudha. Dia dijuluki sebagai Transformer dalam TAWInaVC September 2010 karena sosoknya yang pertama biasa menjadi sosok yang luar biasa.

Bulan September ini menjadi salah satu gebrakan di TAW. Dimana kejutan demi kejutan terjadi, hal yang tidak terduga bisa saja terjadi. Dimana yang jawara bisa disaingi oleh pemula. Salah satu kejutan itu adalah pada saat Top 12 dimana ketiga wakil Lampung dipanggil masuk kedalam Top 12. Sedangkan Jawa Barat dengan 5 wakil hanya dapat memasukkan satu wakil saja ke Top 12. Berbagai prediksi demi prediksi bermunculan, namun bagai Miss Universe 2010 kemarin prediksi itu meleset dari prediksi awal. Sang Jawara belum tentu akan menjadi jawara kembali, Bibit baru akan tumbuh lebih kuat daripada induknya. Mungkin pepatah ini yang bisa dipakai bulan ini. Bukan hanya pada semifinalis tapi pada special awardpun juga terjadi banyak keunikan. Salah satunya adalah Misteer Rajah Puja(Kalimantan Barat 2), dia memenangkan Best National Costume Award karena keberaniannya memampangkan fotonya dengan memakai busana khas dayak.

Pada bulan ini format penilaiannya benar-benar berbeda. Hampir semua sesi diisi dengan menjawab pertanyaan. Penyisian dimulai dengan Interview Question, Kemudian saat Top 12 ada Top 12 Question yang dibuat sesama peserta Top 12. Sedangkan pada Top 6 ada Final Question. Final Question bulan inipun berbeda dengan bulan-bulan sebelumnya. Bulan ini pertanyaannya sama namun dikirim secara terpisah sehingga sesama peserta tidak dapat melihat jawaban satu sama lain.

Misteer Rajah Puja(Puja Murdianto) dari Kalimantan Barat 2 meraih Best National Costume Award

Berikut pertanyaannya “Jika anda adalah seorang WARIA, kemudian ada orang mengatakan “BANCI” didepan anda entah itu ditujukan kepada anda atau orang lain, Apa yang ada dalam benak anda saat itu? Sebagai orang yang bijak apa yang akan anda lakukan agar orang tersebut mengerti keadaan anda?”. Pertanyaan ini direspon bermacam oleh finalis Top 6, ada yang bilang sangat perfect tapi juga ada yang bilang memutar pikiran sampai 180 derajat. Berikut uraian jawaban Top 6 :

Dhekoe Archibald Amandeep(Lampung 1) :
“Yang ada di benak saya saat itu adalah saya banci, saya tidak bangga dengan itu, tapi itulah saya. Lalu saya akan menegur baik-baik orang tersebut, dengan mengatakan “tolong dimaklumi dan jangan hina kemakluman kaum kami, kami memang banci tapi kami punya hati, kami pun ingin sekali menjadi seorang pria yang seutuhnya dari itu kami butuh dukungan anda dan orang-orang, dengan cara merangkul dan menerima keberadaan kami, di saat kami mencoba menemukan kembali jati diri kami sebagai pria”.
Andreas Kim(Lampung 3) :
“Menurut saya jika saya telah dikodratkan sebagai seorang waria, itu telah ditentukan dan menjadi kepribadian saya. Tidak mudah memang menjadi seorang yang menyimpang hukum tuhan, banyak tentangan dan hinaan dari banyak orang. Namun dengan kepercayaan diri yang tinggi, iman yang kuat, dan dukungan dari orang yang kita cintai, akan membuat saya berfikir kembali kalau inilah jati diri saya. Untuk meyakinkan orang, saya akan berusaha mencari potensi tinggi yang ada dalam diri saya, dan saya akan asah itu untuk menjadi sebuah hasil yang dapat membuat anggapan orang menjadi positif kepada saya. Hinaan dan cacian akan saya jadikan pacuan supaya saya berfikir maju untuk keberhasilan saya di balik kelemahan yang saya miliki. Jiwa yang keras, tekad yang kuat untuk menuju kesuksesan akan saya jadikan pedoman hidup saya, agar remehan orang tentang saya akan berbalik menjadi sanjungan”.
Fairuz Sergio Fernandez(Jawa Barat 1) :
“Pada konteks ini saya berbicara menurut pandangan saya,sebagai pribadi yang cinta agama dan memiliki keimanan terhadap tuhan,lain halnya ketika saya menjadi atau berbicara tentang objek yang dibicarakan,transgender bagi mereka yang merasakan bukanlah merupakan suatu perkara mudah yang harus di jalani dalam hidup. mereka memilih pilihan tersebut bukan tanpa alasan,,dan saya sangat menghargai mereka para transgender karena dengan nalurinya ia dapat berpikir untuk bertahan hidup dengan keadaannya, namun di hati kecilnya pasti mengalami luka yang sangat dalam tentang apa yg terjadi di dirinya dan jika saya sebagai transgender yang mengalami hal tersebut. Pertama saya terus berpikir positif dalam benak saya bahwa tidak ada seorangpun yang dapat menjudge kita hanya dalam penampilan, kedua saya mengoreksi diri apakah jalan ini adalah jalan yang terbaik bagi hidup saya. Jika memang yang terbaik mengapa banyak hambatan dalam menjalani hidup seperti hambatan cemooh oleh orang banyak. Yang ketiga saya akan menarik kesimpulan bahwa ini adalah jalan yang salah baik dalam agama,moral dan tatanan kehidupan. Dengan ketiga langkah tersebut saya yakin orang tersebut dapat menerima keadaan saya. Namun sejatinya manusia diciptakan bukan saling mencemooh atau merendahkan melainkan saling menhargai dan menghormati, setiap individu memiliki hak untuk mendapatkan perlakuan yang baik oleh individu yang lain, begitu pula para transgender yang tak ada bedanya dengan individu lain, mereka dapat berpikir dengan akal, memiliki perasaan di hatinya dan memiliki kelebihan tersendiri. Semua individu sama dimata tuhan yang membedakannya adalah amal ibadahnya yang tak terlepas dari problema kehidupannya, dan hal ini kekal dengan hukum alam yang menyatakan bahwa setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan, begitupun transgender, di balik kekurangannya ia memiliki suatu kelebihan yang tak ternilai harganya.
Andy Cinta Indonesia(Sulawesi Selatan) :
“Ketika saya dikatakan BANCI oleh seseorang, maka yang ada dibenak saya adalah sangat marah,sakit hati,gundah,dan semuanya bercampur aduk. Akan tetapi saya harus bersabar karena memang kenyataan begitu, yang saya hanya bisa lakukan hanya berdoa kepada sang pencipta. Yang saya lakukan kepada orang itu untuk menerima keadaan saya adalah menjelaskannya dengan terus terang dan meyakinkan orang itu bahwa inilah yang ditakdirkan oleh tuhan, dan menjelaskan bahwa menghina seseorang itu seperti halnya menghina ciptaan allah, akan tetapi saya juga berusaha semaksimal mungkin agar kembali menjadi orang yg normal”.
Rezky Daniel Efryan Zebua(Riau) :
“Transgender menurut telaah sudut pandang saya sangat tidak pantas & melanggar kodrat yang dhibahkan dengan baik oleh TUHAN, Namun bila saya dihadapkan dalam masalah seperti yang admin kiaskan tersebut. Tentu saja terlintas perasaan malu terhadap diri saya sendiri & orang lain, disamping rasa terlecehkan yang juga brkecamuk dibenak saya saat itu, selain itu saya juga akan lebih memilih untuk berdiam diri dan tidak menggubris ocehan mereka, ibaratkan prumpamaan “anjing menggonggong, Kafilah tetap berlalu”. Hanya saja saya akan ambil poin-poin positif kejadian tersebut untuk saya jadikan cerminan dimasa depan. Bagi saya perasaan marah pada saat kondisi seperti itu tak ada gunanya. Toh itu juga kesalahan saya sendiri yang memutuskan untuk bertransgender. Jadi harus bisa terima asumsi masyarakat sekitar yang memang masih menabuhkan transgender tersebut”.
Rofi Al-Buchori(DKI Jakarta 1) :
“Yang pertama, Jika saya menjadi seorang waria dan ada yang mengatakan atau mengolok-olok saya, tentunya yang terlintas pertama kali di benak saya adalah marah, tidak terima dan ingin sekali membalas orang tersebut. akan tetapi saya harus ingat kembali jika flashback ke belakang, bahwa sayalah yang telah memutuskan untuk menjadi seorang waria maka dengan jiwa besar, sabar dan rendah hati saya bisa menerima ejekan orang tersebut.
yang kedua, tentunya dengan hati yang ikhlas, tidak memaksakan pendapat & alasan saya serta tidak mengedepankan ego, saya akan menjelaskan kepada orang tersebut alasan mengapa saya memilih menjadi seorang waria. Bukankah manusia dilahirkan untuk menjadi bebas? Untuk bebas memilih mana yang menjadi pilihan hidupnya yang notabene merupakan jalan terbaik bagi kehidupannya? Memang benar kata Jean-Jacques Rousseau bahwa “Man is born free, and everywhere he is in chains.” Dalam hal ini, kaum waria adalah juga kaum yang dilahirkan untuk menjadi bebas hanya sayangnya kali ini rantai yang mengikat kebebasan mereka adalah opini umum masyarakat.
Keberadaan dan eksistensi kaum waria tidak bisa diingkari dan dipandang sebelah mata , mereka adalah realita yang harus kita terima suka atau tidak mereka sudah menjadi bagian dari warga negara Indonesia , karena itu mereka mempunyai hak dan kewajiban yang sama seperti layaknya warga negara yang lain. Akhirnya diperlukan sebuah undang-undang untuk melindungi kaum ketiga waria yang tentunya harus melewati mekanisme yang ada (melalui DPR) tapi sayangnya tidak ada seorangpun wakil rakyat yang terang-terangan mengaku sebagai pembela kaum waria , tapi setidaknya negara bisa memberikan pengakuan akan eksistensi kaum waria melalui pencantuman jenis kelamin sebagai kaum ketiga atau waria sehingga mereka memiliki Identitas kelamin yang mandiri”.
 
Berikut Result Keseluruhan TAWInaVC September 2010 :
Winner : Andreas Kim(Lampung 3)
1st Runner-up : Rofi Al-Buchori(DKI Jakarta 1)
2nd Runner-up : Fairuz Sergio Fernandez(Jawa Barat 1)
3rd Runner-up : Rezky Ef
4th Runner-up : Dhekoe Archibald Amandeep(Lampung 1)
Top 12 : Bali 2, Kalimantan Barat 2, Lampung 2, Sulawesi Utara, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara
Special Award :

Best in Comment : DKI Jakarta 1

Best in Post : Lampung(Bersama)

The Most in Like : DKI Jakarta 1

Best Congineality : Lampung 3

Best Informator : Sulawesi Tenggara

The Woman of the Month : Maluku

Best in design : Riau

The Man of The Month : DKI Jakarta 1

Best New Comer : Lampung 3

Best Continental Sumatra : Lampung 1

Best Continental Java : DKI Jakarta 1

Best Continental Bali n Nusa Tenggara : Bali 2

Best Continental Kalimantan : Kalimantan Barat 2

Best Continental Celebes : Sulawesi Selatan

Best Continental Eastern Indonesia : Maluku Utara

Best Intelegensia : Lampung 1

Best Photogenic : Jawa Barat 1

Best National Costume : Kalimantan Barat 2

Best Billingual : DKI Jakarta 1

Best Smile : Arkam

Best Face : Lampung 3

Best Skin : Bangka Belitung

Best Hair : Bangka Belitung

Best Eyes : Bali 3

Best Charm : Lampung 3

Care With Sesame : Lampung 1

Best Tourism Promotion : Lampung(Bersama)

Best in Education : Jawa Barat 1

Best Spirit : Lampung 1

Best in Talent : Sumatera Selatan

Best in Techno exprience : Sulawesi Utara

Sampai Jumpa di TAWInaVC October 2010 ^_^